Dikirim Oleh TIM Redaksi
|| Selasa, 15 Mei 2007 - Pukul: 07:07 WIB
MediaMuslim.Info - "Cinta", layaknya makanan pokok, istilah yang satu ini tidak pernah pudar sepanjang jaman. Selalu hadir dimanapun dan kemanapun kita berpaling. Betapa Dasyatnya Fitnah Cinta.... sehingga orang yang sedang dilanda cinta lazimnya akan terfokus untuk mendapatkan yang dicintainya. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadi lalai dari mencintai Alloh serta Rasul-Nya.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: "Patutkah kamu mengambil dia (iblis) dan turunan-turunannya sebagai wali selain daripada-Ku , sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Alloh) bagi orang-orang yang zalim." (QS: Al-Kahfi: 50).
Sesunguhnya seseorang yang bercita-cita tinggi tidak akan terpengaruh oleh cinta yang bisa menghalangi ketenangan, membuat tidur tidak bisa nyenyak, membuat bingung akal pikiran, dan bahkan bisa membuat gila. Betapa sering terjadi seseorang yang sedang dimabuk cinta menghabiskan harta dan mengorbankan jiwa serta kehornatannya demi yang dicintainya. Bahkan ia rela mengorbankan agama dan dunianya.
Cinta sanggup membuat tuan menjadi pelayan, dan penguasa menjadi budak. Anda lihat, banyak orang yang sudah terlanjur masuk dalam jerat cinta ingin keluar darinya. Akan tetapi, hal itu mustahil. Betapa banyak fitnah cinta yang menjebloskan orang-orang yang bersangkutan ke dalam Neraka Jahim, menjerumuskan mereka pada siksa yang sangat pedih, dan membuat nereka meneguk air nereka yang panas mendidih. Wallohu A'lam
(Sumber Rujukan: 'Uluwwul Himmah, oleh Muhammad Ismail Al-Muqoddam; dan Lihat juga; Raudhat Al-Muhibbin wa Nuzhatul musytaqin, oleh Ibnul Qoyyim, hal 182-190; disarikan oleh Gani)
Dikirim Oleh hendra saleh (Tamu IP 162.119.232.104) || Kamis, 01 November 2007 - Pukul: 16:16 WIB
sebenarnya cinta yang suci adalah cinta seorang ibu pada anaknya , sedangkan cinta suci,sejati,permanen adalah satu mafestasi hamba yang penuh keikhlasn cinta kepada kholiknya
Dikirim Oleh SETYAWAN (Tamu IP 202.149.80.134) || Ahad, 28 Oktober 2007 - Pukul: 21:55 WIB
Ketika SMA saya termasuk seorang yang egois tetapi ketika saya mulai masuk diperguruan tinggi saya kenal dengan seorang gadis dan jatuh hati kepadanya, sejak saat itu saya mulai mendengarkan dan melakukan apa yang diinginkan gadis itu, saya juga lebih bisa memahami perasaan orang lain. terlebih lagi kedua orng tua saya menikah atas dasar Cinta,bagaimanakah cinta menurut islam?boleh tidak kita berkorban DENGAN Tulus untuk gadis yg kt cintai dgn TULUS.terimakasih atas komentarnya
cinta yang suci
Dikirim Oleh hendra saleh (Tamu IP 162.119.232.104) || Kamis, 01 November 2007 - Pukul: 16:16 WIB
sebenarnya cinta yang suci adalah cinta seorang ibu pada anaknya , sedangkan cinta suci,sejati,permanen adalah satu mafestasi hamba yang penuh keikhlasn cinta kepada kholiknya
» Laporkan komentar ini ke administrator
» Balas komentar ini...