Mesin Pencari
Ketik Kata Kunci:

Berjabat Tangan Dan Ucapan Di Hari Raya 'Iedul Fithri PDF Cetak E-mail

Dikirim Oleh TIM Redaksi || Rabu, 10 Oktober 2007 - Pukul: 09:27 WIB


MediaMuslim.Info - Setelah adzan Magrib berkumandang pada hari terakhir Romadhon atau setelah pernyataan Pemerintah mengenai esok adalah hari raya 'Iedul Fitri. Telphone/ponsel, fax, email dan berbagai media komunikasi lainnyapun sibuk, para penggunanya saling bersilahturahim dengan sanak saudara, karib kerabat ataupun rekannya yang berada jauh di mata. Setelah sholat 'Ied, mulailah suasana silahturahim, saling bersalaman dan saling mengucapkan hari raya 'Iedul Fithri mewarnai di hampir setiap rumah-rumah atau tempat-tempat kaum muslimin berkumpul. Suasana ini berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari selama bulan Syawal.

Pada hari tersebut, kaum muslim, khususnya muslim Indonesia, banyak yang lupa atau tidak tahu atau mungkin sengaja melakukan jabat tangan dengan orang-orang yang bukan mahromnya. Sungguh menyedihkan, di hari pertama kita meninggalkan Romadhon, kita langsung melakukan sebuah kesalahan. Kita yang merayakan hari raya 'Iedul Fithri ini sebagai wujud kecintaan kita kepada Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dan atas nikmat adanya hari raya ini, namun kita melakukan pelanggaran terhadap larangannya. Sebagaimana larangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, yang artinya: "Sungguh, seandainya kepala kalian ditusuk dengan jarum besi, lebih baik daripada dia menyentuh yang tidak halal dia sentuh" (lihat Silsilah Al-Hadits As Shohihah 226).

Dan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan seorang wanitapun". Juga perkataan 'Aisyah radhiyallahu 'anha, yang artinya: "Demi Alloh, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali. Dan tiadalah beliau memba'iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan".

Lalu apa yang harus kita lakukan?, tentunya telah jelas batasan-batasan dalam syariat Islam, agar kita tidak melakukan berbagai kemungkaran di hari raya 'Iedul Fithri ataupun di hari-hari lainnya. Kita berupaya menghindari untuk taat kepada Alloh 'Azza wa Jalla dan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, dengan menjauhi larangan-larangannya.

Ucapkanlah Taqobbalalla Minna Wa Minka.
Selain berjabat tangan dengan yang bukan mahrom, terdapat suatu perkara aneh lagi yang merupakan sebuah tradisi terutama tradisi khusus umat muslim Indonesia. Kaum muslim di Indonesia, ketika tiba hari raya 'Iedul Fithri banyak yang mengucapkan "Minal 'Aaidiin wal Faaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin". Sehingga tergambar di benak kaum muslimin di Indonesia bahwa arti minal 'aaidiin.... dst adalah mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti minal 'aaidiin.... dst yang sesungguhnya adalah (Semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Entah apa yang dimaksud dengan kata 'aaidiin, apakah kembali berbuka (fithri) atau kembali menjadi fithrah (suci). Tapi yang jelas, kita telah mengetahui makna 'Iedul Fithri yang sebenarnya (baca artikel sebelumnya). Dan mudah-mudahan dosa kita diampuni dari Romadhon yang lalu ke Romadhon berikutnya. Sebagaimana hadits Nabi, yang artinya: "Sholat lima waktu, dari jum'at ke jum'at berikutnya, dari Romadhon ke Romadhon berikutnya, bisa menghapuskan dosa-dosa yang terjadi dintaranya, jika dosa-dosa besar bisa dihindari" (HR: Bukhori dan Muslim).

Sehingga perlu diluruskan kembali, seseorang yang mengucapkan, "Semoga kita kembali menjadi orang yang fitrah (diampuni dosanya) dan termasuk orang yang menang". Bukan berarti karena hari raya ini adalah hari raya fithrah/suci akan tetapi karena hadits diatas. Wallohu 'Alam.

Permasalahannya tidak selesai sampai disini, akan tetapi di dalam Islam, kita dituntut untuk mengikuti teladan kita yaitu Nabi Muhammad kemudian para sahabat, kemudian orang-orang yang hidup setelah mereka (Taabi'iin) kemudian Taabi'ut taabi'iin. Sementara dalam mengucapkan selamat hari raya 'Iedul Fithri telah datang atsar yang mulia yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi, yang artinya: "Dari Khalid bin Ma'dan radhiyallaahu 'anhu berkata, 'aku menemui Watsilah bin al-Aqsa' pada hari 'Ied lalu aku mengatakan Taqobbalalla Minna Wa Minka.' Kemudian Watsilah berkata, 'Aku menemui Rasululloh pada hari 'Ied, lalu aku mengucapkan Taqobbalalla Minna Wa Minka kemudian Rasululloh menjawab Ya, Taqobbalalla Minna Wa Minka'" (HR: Baihaqi dalam sunan Kubra, No 6088)

Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa yang dianjurkan adalah mengucapkan do'a "Taqobbalalla Minna Wa Minka" yang artinya "Semoga Alloh menerima (amal ibadah) kita dan kamu". Maka terlepas dari boleh atau tidaknya mengucapkan Minal 'Aaidiin wal Faaizin. Maka alangkah baiknya jika kita beragama mengikuti tuntunan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dan contoh dari para ahlinya yaitu generasi para sahabat. Bukankah mereka lebih dekat dengan Rasululloh sehingga mereka lebih mengerti agama daripada kita???

Adapun kalimat "Mohon Maaf lahir dan batin" menjadi kalimat ampuh bagi kaum muslimin, yaitu sebagian mereka hanya meminta maaf ketika hari raya tiba. Sehingga ketika sebagian mereka berbuat salah pada seseorang, sebagian mereka berkata: "Ah, minta maafnya nanti saja pada saat hari raya, toh pasti dimaafkan" atau semisalnya. Padahal anjuran minta maaf adalah ketika kita berbuat kesalahan dan tidak ada yang menjamin kehidupan seorangpun sampai hari raya tiba kecuali Alloh 'Azza wa Jalla. Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab

(Sumber Rujukan: Silsilah Al-Hadits As Shohihah, Sunan Kubra, Makalah Beberapa Catatan Kaki Tentang 'Iedul Fithri, Buletin An-Naba Masjid Kampus UGM, Buletin An-Nahl)

Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...
Segenap TIM Pengelola MediaMuslim.Info mengucapkan
Taqobbalalla Minna Wa Minkum
Semoga Alloh menerima amal ibadah kita semua, amin...
Selamat Hari Raya 'Iedul Fithri 1428 H




Komentar Pengunjung - ( Menampilkan 5 Dari 16 Komentar )

RSS feed comment

Percepatan

Dikirim Oleh abu aulia (Tamu IP 202.91.11.82) || Rabu, 31 Oktober 2007 - Pukul: 09:38 WIB

Assalamu'alikum. 
Hal2 yg berhubungan dg apa yang semestinya dilakukan umat Islam sesuai syari'at sebaiknya dimunculkan dengan tenggang waktu yang agak cukup (2-3 minggu) sebelumnya. 
Baca tulisan di Media Muslim tgl 28 Romadlon, kultum/pengajian di masjid selama romadlon, sehingga tdk bisa membantu penyebarannya lebih luas, kecuali hanya dilingkungan sendiri. 
Hal ini perlu karena materi kultum sesuai permintaan sehingga terkonsentrasi pd materi. 
Maaf saja karena daya ingat kami minim, sehingga perlu bantuan banyak fihak untuk selalu watawa shaubil haq wa tawa shaubisshobri 
Wassalamu'alaikum

 

» Laporkan komentar ini ke administrator

» Balas komentar ini...

Percepatan

Dikirim Oleh : abu aulia (Tamu) || Rabu, 31 Oktober 2007 - Pukul: 09:38 WIB

syawal VS syawalan..

Dikirim Oleh m. daud (Tamu IP 202.173.17.163) || Selasa, 23 Oktober 2007 - Pukul: 09:30 WIB

ass... pertama2x saya ingin mengajak untuk merenungkan "Trnyata antara syawal dengan syawalan" sangat berbeda. syawalan membuka kesempatan bagi umat untuk melakukan dosa dan maksiat yang sebesar2nya!!!! benarkan??? 
 
Kedua, saya mengucapkan 
Taqobbalalla Minna Wa Minkum 
Selamat Idul Fithri 1 Syawal 1428 H

 

» Laporkan komentar ini ke administrator

» Balas komentar ini...

syawal VS syawalan..

Dikirim Oleh : m. daud (Tamu) || Selasa, 23 Oktober 2007 - Pukul: 09:30 WIB

confir

Dikirim Oleh tiyo (Tamu IP 203.134.235.137) || Senin, 22 Oktober 2007 - Pukul: 08:38 WIB

Assalamu'alaikum 
namun disini yang harus kia ber pemahaman lebih dulu adalah para ulama, asyatit yang kadang malah memberikan contoh hal tersebut pada masyarakat kita.

 

» Laporkan komentar ini ke administrator

» Balas komentar ini...

confir

Dikirim Oleh : tiyo (Tamu) || Senin, 22 Oktober 2007 - Pukul: 08:38 WIB

Met Idul Fitri

Dikirim Oleh Yena Nur Septiana (Tamu IP 195.189.138.145) || Ahad, 21 Oktober 2007 - Pukul: 11:39 WIB

ketika ku menangis.... 
ketika ku sedih... 
ketika ku kehilangan... 
 
ketika ku lupa... 
ketika ku bingung... 
ketika ku gundah... 
 
ketika ku sakit... 
ketika ku jatuh... 
 
ketika ku bahagia... 
ketika ku kuat... 
ketika ku diberi hidayah olehNya... 
 
media muslim info... 
terima kasih..... 
 
Selamat Idul fitri 1 syawal 1428 H 
Taqobbalalla Minna Wa Minka 
 
"Yena"

 

» Laporkan komentar ini ke administrator

» Balas komentar ini...

Met Idul Fitri

Dikirim Oleh : Yena Nur Septiana (Tamu) || Ahad, 21 Oktober 2007 - Pukul: 11:39 WIB

salam

Dikirim Oleh hafizul (Tamu IP 222.124.89.81) || Kamis, 18 Oktober 2007 - Pukul: 15:59 WIB

salam ukhuwah dan selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 syawal 1428 H. Taqobbalalla Minna Wa Minkum.  
 
semoga situs ini makin meningkat dan makin ok....

 

» Laporkan komentar ini ke administrator

» Balas komentar ini...

salam

Dikirim Oleh : hafizul (Tamu) || Kamis, 18 Oktober 2007 - Pukul: 15:59 WIB

Menampilkan 5 Dari 16 Komentar



Menulis Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Komentar
  Karakter Maksimal:  
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

Komentar lainnya >>>

 
Depan
Hubungi Kami
eMail Muslim
Favorit Pembaca
Media Download
  • Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Media Utama
Aqidah Islam
Akhlaq Muslim
Manhaj Islam
Belajar Hadist
Fiqh Islam
Tazkiyatun Nufus
Fatwa Ulama
Siroh Islam
Zakat dan Infak
Media Special
Annisa
Al-Kisah
KeKeluargaan
Resensi Buku
Nasehat - Nasehat
Romadhon & Idul Fitri
Haji dan Umroh
Hari Istimewa
Mutiara Islam
Serambi Anggota





Lupa Password?
Belum terdaftar menjadi anggota? Silakan Mendaftar [Di Sini]
Pusat Herbal Alami Dan Thibbun Nabawi
Susu Kambing Ettawa, Sehat Bergizi Dan Lezat
Best Template For Your Site

Media Muslim Mail
Username

Password
Lupa Password?
Ingin Punya Email Islam disini? Silakan Mendaftar [Di Sini]


Konsultasi Islam

konsultasiislam

ustadz.kita

Online Terbanyak: 1154 Pengunjung [Tamu & Anggota] Pada Tanggal 13 September 2007 M / 1 Romadhon 1428 H - Pukul 14:27 BBWI

Total: 1306106 Pengunjung

Terhitung Sejak:
Rabiul Tsani 1427 H
[Mei 2006 M]
MediaMuslim.Info [2006-2007] - Situs Umat Islam Terdepan Terpercaya