Kata Kepala BKPM: Negara Maju Gunakan Banyak TK Asing ?

0
716

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan negara maju menggunakan tenaga kerja asing yang cukup besar, baik untuk posisi tinggi hingga pekerja kasar.

“Di seluruh dunia, ada tren semakin kaya sebuah negara, semakin tinggi TKA yang digunakan. Negara paling kaya di dunia, paling banyak menggunakan TKA, baik di tingkat tinggi maupun pekerja kasar,” kilah Thomas dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertajuk “Kepastian Izin TKA dan Perbaikan Iklim Investasi di Indonesia” di Jakarta, Senin (23/04).

Tom, sebagaimana ia kerap disapa, menjelaskan meski Indonesia menempati posisi ke 16 sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Tanah Air masih berada dalam kategori negara berkembang yang minim memanfaatkan TKA.

Namun, di sisi lain, penggunaan TKA, lanjut dia, juga harus dibandingkan dengan negara lain yang memanfaatkan tenaga kerja Indonesia.

“Di samping perbandingan dengan negara lain, tolong bandingkan juga jumlah tenaga kerja kita yang 120 juta di luar negeri dengan TKA di sini yang katakanlah 120 ribu. Jadi TKA ini seperseribu tenaga kerja kita,” katanya.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam kesempatan yang sama mengatakan saat ini jumlah TKA di Indonesia masih wajar yaitu sekitar 85 ribu orang pada akhir 2017.

Jumlah TKA di Indonesia masih sangat wajar. Untuk melihat apakah jumlah itu wajar atau tidak, maka kita dapat membandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa,” katanya.

Jumlah yang wajar itu dibandingkan dengan jumlah TKA Indonesia dengan negara lain seperti Uni Emirat Arab dan Qatar yang jumlah TKA-nya hampir sama dengan jumlah penduduknya.

Dia memastikan Perpres 20/2018 tentang Penggunaan TKA tidak akan membuat jumlahnya melonjak besar seperti yang dikhawatirkan masyarakat saat ini.

Perpres tersebut bukan memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk tenaga kerja asing bekerja di Indonesia tetapi mengatur tentang percepatan izin TKA.

Pemerintah tetap akan terus melakukan pengawasan yang beragam terhadap tenaga kerja asing, ada yang sifatnya represif, nonrepresif, periodik dan insidentil serta menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sementara itu dalam hasil kajian nya, Ombudsman menyatakan 70 persen TKA di antaranya didatangkan menggunakan pesawat terbang. Sedangkan 30 persen sisanya menggunakan transportasi laut.

Dalam temuan tersebut, Ombudsman juga menyebut bahwa para TKA ini datang dengan menggunakan dua pesawat setiap harinya.

Anggota Ombudsman, Laode Ida menyatakan, arus penerbangan TKA terbanyak setiap hari adalah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. (antr) [www.tribunislam.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here