Polisi Buru Big Bos Miras Oplosan Maut, Di Mana Bersembunyinya?

0
655

Big Bos Miras Oplosan, Syamsudin Simbolon, masih diburu polisi (Foto: Dok istimewa)

Keberadaan Syamsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan puluhan orang di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum diketahui. Polisi menetapkan Syamsudin sebagai buron dalam kasus miras oplosan.

Selama hampir seminggu, polisi terus memburu keberadaan Syamsudin. Tim gabungan Polda Jabar dan Polres Bandung dikerahkan untuk memburu Syamsudin, yang mendistribusikan dan membuat miras maut tersebut.

Sejak pekan lalu, polisi mengumpulkan data dan riwayat ‘si big bos’. Polisi menelusuri catatan kriminal dan sosial Syamsudin lewat riwayat kepolisian.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Julianto Silalahi, Hamciak Manik, dan Willy. Hamciak Manik tak lain adalah istri Syamsudin. Selain Syamsudin, ada 6 orang yang masih diburu pihak kepolisian.

Tercatat ada 45 warga Kabupaten Bandung yang tewas setelah menenggak miras oplosan racikan Syamsudin. Tercatat 34 korban tewas di RSUD Cicalengka, tiga orang di RSUD Majalaya, tujuh orang di RS AMC Cileunyi, dan satu orang di rumahnya.

Syamsudin diketahui memiliki rumah mewah di Jalan Raya Bandung-Garut atau tepatnya di Kampung Bojongasih RT 03 RW 08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumah itu dipakai untuk memproduksi dan menyimpan miras oplosan di dalam bungker.

Rumah tersebut memiliki bangunan yang cukup tinggi. Warga mengatakan Syamsudin sudah tinggal di rumah itu sekitar dua tahun. Di bagian belakang terdapat dua kolam renang. Di sana terdapat gazebo, yang apabila digeser ada pintu masuk menuju sebuah bungker. Ruang bawah tanah itu sebagai tempat produksi miras dengan merek Minola. Namun polisi belum dapat memastikan apakah rumah tersebut dibangun dari hasil penjualan miras.

Wakapolri Komjen Syafrudin menaruh perhatian serius pada kasus miras oplosan yang terjadi di beberapa daerah ini. Dia memberi ultimatum jajarannya untuk mengungkap tuntas kasus miras oplosan ini, termasuk menangkap penjual dan dalang bisnis.

“Selesaikan secara tuntas. Saya perintahkan untuk membuat kasus ini berhenti. Artinya mengungkap sampai ke akarnya, sampai ke otaknya, dalangnya, pelakunya, distributor yang mempengaruhi, yang mempunyai skenario harus diungkap,” tutur Syafrudin di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, yang meminta aparat pemerintah melakukan razia miras oplosan hingga ke akar-akarnya. Razia itu diharapkan dilakukan secara berkala dan tidak menunggu jatuhnya korban.

“Kasus miras oplosan ini kembali ramai ketika ada korban tewas. Tentu kita berharap tak ada lagi korban miras oplosan ini ke depannya. Untuk itu, kita minta agar razia miras ini dilakukan secara berkala dan berantas sampai ke akar-akarnya!” tegas Taufik, di Jakarta, Sabtu (14/4).

detikcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here