Begini Tanggapan Profesor Suteki dan Ummi Irena Handono Atas Pernyataan Rocky Gerung “Kitab Suci Adalah Fiksi”

0
9910

Selasa malam yang lalu 10/04/2018, Rocky Gerung di dalam acara ILC mengatakan bahwa kitab Suci adalah fiksi.

Hal tersebut memicu perdebatan dengan politisi Nasdem Akbar Faisal dan juga berbuntut pelaporan dugaan ujaran kebencian oleh Permadi Arya alias Abu Janda atas pernyataan Rocky Gerung tersebut.

Baca: Blunder Guntur Romli, Jadi Saksi Abu Janda Laporkan Rocky Gerung, Dia Sendiri Tulis Cuitan “Kitab Suci: Fiksi Yang Diyakini”

Tanggapan Ummi Irena Handono:

Tanggapan Atas Pernyataan Rocky Gerung: ‘Kitab Suci itu Fiksi’

Mengomentari heboh nya tanggapan masy atas Rocky Gerung.

Perlu dipahami bahwa Manusia berbicara itu berdasar atas Maklumat Shabiqoh nya.

Maklumat Shabiqoh adalah informasi2/ pengetahuan yg telah masuk ke otak nya.

Maklumat Shabiqoh nya Rocky Gerung adalah Kekristenan. Bukan khazanah Islam.

Maka wajar dia bilang Kitab Suci itu Fiksi. Krn memang Bibel nya umat Kristen juga berisi dongeng-dongeng. Bukan wahyu sebagaimana AlQuran.

Mekanisme periwayatan Bibel juga sangat berbeda dengan AlQuran.

Lain hal nya jika…
Kyai Fulan, tokoh Islam, mengatakan bhw Kitab Suci itu Fiksi….nah, kalau dia muslim dia bilang demikian brrti dia sudah melecehkan.

Rocky Gerung tdk sedang berbicara ttg AlQuran, opini RG didasari oleh pengetahuannya ttg agamanya dn kitab nya sendiri. Alkitab.

Makanya inilah pentingnya belajar Kristologi.

Umi Irena Handono
Pakar Kristologi

Baca Juga: Ustadz Felix Siauw: Bahaya Jika Alquran Dianggap Fiksi, “Alquran itu Kalamullah”

Tanggapan Prof Suteki:

KITAB SUCI: REALITA atau FIKSI

by John Suteki

Memang bagi yg telah tersihir dengan permainan kata-kata filsafat, seolah semuanya benar. Cobalah diperiksa apa muatan al Quran itu.
Kitab Suci, Al Quran memiliki muatan sbb:

(1) Ada Sejarah yg berisi realita yg telah terjadi. Cerita nabi-nabi dahulu sebelum Muhammad, kaum-kaum terdahulu: Adam, Sulaiman, Ibrahim, Musa, Firaun, Isa dan lainnya semua itu adalah REALITA yg jejak historisnya dpt dilacak. Berarti bukan fiksi. SEJARAH MASA LALU.

(2) Al Quran juga berisi detail tentang syariat hidup manusia yg beriman, apa yg mesti dilakukan KINI oleh seorang yang beriman dan juga muslim. Perihal bagaimana manusia beriman melakukan Ibadah dan juga muamalah (berinteraksi dgn orang lain) diatur dalam kitab suci ini. SYARIAH MASA KINI.

(3) Nah, di sisi yg lain, Al Quran memang mengandung fiksi, yakni prediksi berupa deskripsi kondisi yang bakal terjadi di masa depan (ARAH). Cuma di sini bedanya ini bukan CERITA manusia, melainkan Pembuat CERITA sendiri yg menyatakan, yakni Alloh. Dari Kitab suci pula kita bisa mengetahui cerita-cerita yg akan terjadi di masa depan. Mati, alam kubur, kiamat dunia, padang mahsyar, hari hisab, neraka, syurga semuanya fiksi bila kita dilihat manusia sekarang. Semua itu masih GHAIB. Nah, di sinilah pentingnya keyakinan manusia yg beriman untuk yakin adanya ARAH MASA DEPAN.

Prinsip sikap yang harus dibangun sebagai manusia berakal dan beriman kepada Tuhan adalah agar tidak tersesat penggunaan FILSAFAT:

1. Terhadap INFRA HUMAN cukuplah kita KNOWING.
2. Terhadap HUMAN kita harusnya UNDERSTANDING.
3. Terhadap SUPRA HUMAN wajib BELIEVING.

Kitab suci itu bukan saja bicara FIKSI tetapi juga REALITA. Al-Quran mengandung: SEJARAH, SYARIAH, ARAH.

Netizen:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here